Pages

Showing posts with label Indonesia Kritis. Show all posts
Showing posts with label Indonesia Kritis. Show all posts

Tuesday, July 26, 2011

Ospek

Oleh : Candra Cahyapradhipta

Ospek, sebuah kata sederhana yang sangat sensitif dan selalu menimbulkan kontrovesi apabila dibahas di kampus FKM UNAIR. Satu kubu menginginkan ospek adalah sarana kemandirian mahasiswa dan pengenalan terhadap dunia kesehatan masyarakat. Satu sisi, ospek adalah tempat pengkaderan dan pengenalan terhadap dunia kesehatan masyarakat.

Jujur, bagi aku pribadi, ospek seharusnya memang digunakan sebagai tempat untuk pengenalan dunia yang akan ditekuni oleh mahasiswa baru. Selain itu juga, ospek seharusnya dijadikan ajang untuk melatih kemandirian mahasiswa, melatih mahasiswa untuk bersosialisasi dengan sesama mahasiswa (baik sebaya maupun senior), dosen, maupun sosialisasi dengan masyarakat. Karena selepas lulus nanti, memang hal-hal seperti itulah yang akan dihadapi oleh mahasiswa. Alangkah baiknya, jika ospek bukan dijadikan alat balas dendam, alat pengkaderan untuk pergantian tampuk kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa (BEM), ajang untuk menangis karena dipaksa (ESQ), atau sebagai ajang bersenang-senang.

Jika seluruh panitia sadar akan hal itu, maka panitia pasti akan memperbaiki jati diri ospek yang memang buruk dan tidak sempurna pada tahun-tahun sebelumnya agar para mahasiswa baru tidak merasakan hal yang sama dengan yang didapat senior mereka dan agar mereka dapat berkembang menjadi mahasiswa yang cerdas, kritis, dan mandiri.

Monday, January 3, 2011

Dualisme Liga

Oleh : Candra Cahyapradhipta

Berawal dari wacana kemunculan LPI yang akan didirikan Arifin Panigoro membuat banyak tim dari ISL maupun Divisi Utama Liga Indonesia menjadi berpaling muka. Hal ini seakan membuat PT. LI dan PSSI kebakaran jenggot. Mereka mulai menebar teror ke pengurusan LPI maupun ke tim-tim yang hendak bergabung kedalam LPI. Sederhana saja teror yang mereka sebarkan adalah dengan hendak melapor ke FIFA akan adanya liga ilegal yang disertai ancaman akan melarang bagi siapa saja pemain Indonesia yang membela tim LPI untuk membela timnas, ancaman akan mendeportasi pemain asing yang juga akan mengikuti LPI, pencabutan izin kerja wasit, dan juga pencabutan lisensi kepelatihan para pelatih yang melatih di LPI.
Mungkin sebelumnya kita harus refleksi diri dahulu ke belakang, "Apakah PSSI dan PT. LI telah menjamin keutuhan dan kebaikan ISL itu sendiri ?" , "Apakah mereka benar-benar tidak pernah melakukan tindakan ilegal yang melanggar aturan FIFA ?". Jika pertanyaan pertama dan kedua jawabannya adalah IYA, mereka pantas kebakaran jenggot akan lahirnya kompetisi baru dengan nama LPI.


VS


Namun, seperti yang kita tahu bahwa dua pertanyaan di atas jawabannya adalah BELUM untuk pertanyaan pertama dan TIDAK untuk pertanyaan kedua. Maklum bagi kompetisi yang baru berjalan beberapa tahun jika masih ada beberapa kekurangan. Tapi jika menyangkut masalah keuangan mungkin akan lain cerita bagi tim-tim yang akan berlabuh ke LPI karena selama mereka mengikuti ISL ataupun Divisi Utama, mereka hanya menjadi tim kecil yang miskin tanpa dibantu sokongan dana yang memadai sedangkan pihak LPI menjanjikan dukungan dana yang melimpah untuk tim-tim yang mengikuti kompetisinya. Selain itu juga pihak LPI menjanjikan mendatangkan pemain asing yang berkualitas untuk meramaikan kompetisi.
Selain masalah keuangan ada juga tim LPI yang membelot karena merasa dicurangi oleh PSSI maupun PT. LI, hal ini berkaca pada tim kebanggan arek Suroboyo, Persebaya yang merasa berkali-kali dicurangi dan ditindas oleh PSSI maupun PT. LI dengan alasan yang tidak masuk akal. Sebagai contoh adalah, ketika pertandingan Persik vs Persebaya yang harus sampai dibatalkan hingga berulang kali. Hal semacam ini seharusnya menjadikan kemenangan WO bagi Persebaya karena pihak Persik tidak dapat menyiapkan venue untuk bertanding. Namun yang terjadi justru sebaliknya, pihak PT. LI menganggap pihak Persebaya tidak serius dalam mengarungi ISL dan menghukum pihak-pihak yang terkait. Dan sekali lagi kebodohan dilakukan oleh PT. LI dengan menghukum Saleh Ismail Mukadar terkait dengan peristiwa tersebut. Padahal sudah jelas pada waktu peristiwa tersebut terjadi beliau sudah tidak menjabat menjadi manager Persebaya. Banyak yang menanyakan dasar dari keputusan ini karena sudah menjadi rahasia umum bahwa Persebaya maupun pengurusnya tidak pernah akur dengan PSSI.
Kebodohan kepengurusan PSSI tidak berhenti sampai disitu saja. PSSI maupun PT. LI mengancam akan melaporkan LPI ke FIFA dengan tuduhan melaksanakan kompetisi ilegal. Namun apakah mereka pernah berkaca karena sesungguhnya Ketua Umum PSSI sendiri adalah ilegal di mata hukum FIFA. Namun selama ini FIFA terus dibohongi oleh PSSI sehingga Nurdin Halid dapat terus bertahan di kursi kepemimpinan PSSI padahal sudah jelas peraturannya tentang tidak diperbolehkannya narapidana menjadi ketua umum federasi sepak bola nasional.
Alangkah inteleknya jika PSSI dan PT. LI tidak main ancam terhadap LPI maupun tim-timnya karena mereka sendiri juga belum sempurna. Mereka sendiri juga melanggar peraturan FIFA. Mungkin bagus jika mereka mau menggandeng LPI untuk bekerjasama karena akan terlihat lebih kompetitif dengan adanya dua liga. Bahkan mungkin bisa diadakan turnamen baru yang menggandeng tim dari dua kompetisi tersebut.

Saturday, November 13, 2010

POSKO GAZZEBO FKM UNAIR untuk MERAPI dan MENTAWAI

Oleh : Candra Cahyapradhipta


Alhamdulillah setelah serangkaian kegiatan peduli Merapi dan Mentawai oleh POSKO GAZZEBO FKM UNAIR akhirnya berakhir dengan baik. Sesuai dengan judulnya, kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas kami terhadap sahabat-sahabat maupun saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Mentawai dan Merapi.

Awal dari rangkaian kegiatan ini berawal dari aksi ngamen di kantin FKM Unair untuk mengumpulkan dana guna disumbangkan ke korban bencana alam di Mentawai dan Merapi pada tanggal 29 Oktober 2010. Hanya dalam waktu kurang lebih setengah jam (tidak dihitung waktu istirahat) terkumpul sumbangan sebesar Rp 456.500,00 (Empat ratus lima puluh enam ribu lima ratus rupiah). Alhamdulillah, dana tersebut telah disumbangkan melalui PMI pada tanggal 2 November 2010.






Dan aksi ini tidak berhenti sampai situ saja karena sobat-sobat peduli Gazzebo kembali melakukan aksi solidaritas pengumpulan sumbangan untuk kawan-kawan di Merapi dan sekitarnya pada tanggal 8-12 November 2010 dengan mendirikan POSKO GAZZEBO. Alhamdulillah aksi peduli kami mendapat bantuan oleh teman-teman kami dari FISIP UNAIR, LSM ALIT, dan dari posko yang disediakan oleh PT. KAI di stasiun Gubeng Surabaya dalam hal pendistribusiannya ke tempat penampungan korban-korban erupsi Merapi.

Rincian sumbangan yang terkumpul selama 5 hari di POSKO GAZZEBO FKM UNAIR :
  • Pakaian bekas layak pakai : 34 kantong dan 17 kardus
  • Selimut : 4 buah
  • Selimut bayi : 3 buah
  • Baju bayi : 2 kantong
  • Alas kaki : 3 pasang
  • Masker : 3 dus (@ 50 pcs)
  • Alat shalat : 2 kantong (3 sajadah dan 4 mukenah)
  • Mie instan : 3 dus
  • Pembalut wanita : 11 pak
  • Pakaian dalam pria : 2,5 lusin
  • Pakaian dalam wanita : 9 lusin
  • Popok bayi : 7 pak
  • Bubur bayi : 10 pak
  • Susu anak : 4 pak
  • Balsem : 6 buah
  • Minyak kayu putih : 2 botol besar
  • Obat batuk : 2 botol
  • Obat kulit : 4 botol
  • Obat tetes mata : 4 botol
  • Vitamin : 1 dus
  • Obat anti masuk angin : 1 dus
  • Handuk : 2 lusin
  • Tikar : 3 buah
  • Seragam sekolah : 1 kantong
  • Jilbab : 1 kantong
  • Jaket : 3 buah
  • Kabel roll : 2 buah
Sedangkan bantuan dalam bentuk uang tunai telah terkumpul Rp 2.207.500,00 telah kami belanjakan untuk menambah logistik di pengungsian (antara lain popok bayi, bubur bayi, susu anak, obat-obatan, vitamin, handuk, pakaian dalam, tikar, dan mukena) sebesar Rp 1.552.000,00. Sehingga sisa uang tunai sebesar Rp 655.500,00. Akan tetapi, jumlah uang yang kami pegang terhitung Rp 665.500,00. Berarti ada sisa Rp 10.000,00 yang tidak tercatat dalam daftar. Sisa uang Rp 665.500,00 tersebut seluruhnya akan kami salurkan Rp 250.000,00 kepada PMI Surabaya dan Rp 415.500,00 akan kami berikan kepada rekan-rekan relawan di Bantul untuk membeli logistik beras dsb bagi pengungsi dan relawan. Semoga bantuan-bantuan tersebut dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan disana.









Sekali lagi ucapan terima kasih pantas kiranya ditujukan untuk para sobat-sobat peduli GAZZEBO FKM baik yang menjadi donatur uang ataupun barang, yang menjadi distributor sumbangan ke Jogja dan sekitarnya, maupun teman-teman yang telah rela mengawal posko GAZZEBO FKM dari pagi hingga malam hari. Semoga amal ibadah kalian benar-benar dilakukan dengan ikhlas dan diterima oleh Allah Yang Maha Esa. AMIEN



Penampakan Beberapa Sobat-Sobat Peduli POSKO GAZZEBO untuk Merapi

Source Picture and Data : Anastasi Nimas (FKM UNAIR 2005) 


Tuesday, September 28, 2010

Negeriku yang Unik

Oleh : Candra Cahyapradhipta


Sebagai salah seorang pemuda di negeri ini, saya sangat menyadari bahwa negeriku benar-benar unik. Negeri ini benar-benar penuh akan ke-khasan yang sangat membudaya bahkan sangat terkenal atau bahkan menjadi trademark di negeri kita. Tapi mengapa keunikan dan ke-khasan yang ada di Indonesia ini adalah sesuatu yang salah ? Bahkan keunikan dan ke-khasan yang salah tersebut telah membudaya ?
Banyak contoh-contoh unik dan khas yang merupakan hal yang salah yang bisa kita ambil dari keseharian bangsa kita. Entah itu dari diri kita sendiri maupun dari orang lain bahkan dari kegiatan pemerintah ! 
Kebiasaan bangsa kita dalam melakukan sesuatu hal ialah untuk mencapai tujuan sesaat bukan tujuan jangka panjang yang lebih bersifat kekal. Pemikiran di atas tidak serta merta muncul dengan tanpa alasan. Tapi banyak bukti yang menguatkan pemikiran di atas. Sebagai contoh, pemerintah telah melarang peredaran sepeda motor 2tak beberapa tahun yang lalu dengan alasan untuk mengurangi jumlah polusi udara. Memang aturan yang ditetapkan pemerintah tersebut berjalan dengan baik. Sedikit demi sedikit sepeda motor 2tak mulai hilang dari peredaran yang berarti secara otomatis juga mengurangi jumlah polusi udara. Namun, ada satu hal dimana pemerintah melupakan kemungkinan-kemungkinan kejadian yang terjadi di masa depan yaitu ketika produsen sepeda motor berusaha menutup kerugian akibat pelarangan sepeda motor 2tak tersebut dengan produksi sepeda motor 4tak (yang tidak dilarang pemerintah karena penyaringan pembuangan asap sisa kerja sepeda motor lebih baik dan lebih bersih) secara besar-besaran bahkan dengan pengiklanan yang luar biasa, jika dulu seseorang yang ingin membeli sepeda motor secara kredit harus menyediakan dana untuk uang muka namun sekarang banyak dealer-dealer sepeda motor yang menawarkan cicilan tanpa uang muka. Bahkan ada pula yang menawarkan cicilan dengan bunga 0 %. Sehingga jelas efek yang terjadi perlahan di masyarakat ketika sembilan dari sepuluh konsumen  menyatakan puas terhadap layanan yang diberikan dealer tersebut maka sudah pasti setiap satu orang yang menyatakan puas tersebut akan secara tidak langsung mengajak beberapa teman, keluarga, atau koleganya untuk membeli sepeda motor dengan promosi tata cara pembelian pada saat ini yang relatif mudah dan dapat dijangkau oleh semua kalangan sehingga menimbulkan efek berantai sampai seterusnya. Dan dapat ditebak hasil dari efek pemasaran yang jitu tersebut adalah jumlah sepeda motor di jalan semakin banyak. Sehingga tidak memungkiri terjadinya jumlah polusi udara yang lebih tinggi dari sebelumnya. Sebagai contoh adalah indikator jumlah polusi udara di Jalan Kertajaya, Surabaya yang saat ini tidak pernah menunjukkan jumlah polusi udara di atas ambang normal. Padahal ketika lima hingga enam tahun lalu indikator polusi udara di tempat itu sering berada atas ambang normal meskipun pernah indikator tersebut berada di bawah ambang normal namun tidak sesering saat ini.
Kebiasaan-kebiasaan seperti inilah yang patut kita hindari. Memang tujuan awal kita sangat mulia, namun apa gunanya kalau tujuan tersebut hanya berlaku dalam waktu yang singkat saja ? Seharusnya ketika merumuskan, mengesahkan, dan menerapkan kebijakan dan aturan para pembuat aturan tersebut (pemerintah) harus mampu berpikir jangka panjang akan segala kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Dan hal ini diperparah lagi dengan salah satu budaya bangsa Indonesia dimana budaya kita adalah jika kita tidak dituntun maka tidak akan pernah akan sadar akan hak dan kewajiban kita. Sehingga dalam kasus ini, masyarakat tidak akan pernah sadar bahwa dengan jumlah kendaraan yang berlebih dapat menyebabkan polusi udara yang sangat tinggi dimana jika polusi udara di Indonesia semakin tinggi maka akan timbul lagi permasalahan kesehatan terutama permasalahan di saluran pernapasan jika tidak terdapat aturan yang mengatur batas jumlah kendaraan bermotor yang boleh beroperasi di jalan raya sehingga tidak menimbulkan polusi lingkungan yang berlebih.